Selangkah lagi kita memasuki bulan Agustus, pekik merdeka dan baris-berbaris dari pasukan gerak jalan pun kini seakan semakin nyaring terdengar dan semakin Nampak. Dari seluruh lapisan masyarakat pun larut dalam kesehariannya, entah itu pejabat, pelajar dan masyarakat biasa. Adakah sisa-sisa semangat 17 Agustus tahun lalu yang masih terpatri di hati masing-masing pemuda? Sungguh pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab. Karena tak sedikit masyarakat, terutama generasi muda merosot semangat kebangkitan nasionalnya.
Bulan Agustus sudah menjadi momen yang tepat untuk mengenang sejarah proklamasi dan membakar kebangkitan bangsa terutama generasi muda. Hal ini terbukti, dari pelosok desa samapi di pusat kota, semuanya melakukan perayaan mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa bahkan sampai masyarakat biasa, semua berbonddong-bondong mengikuti lomba gerak jalan dan menapak tilas perjuangan. Betapa keramatnya bulan Agustus ini hampir sebagiaan besar kegiatan menjelang peringatan detik-detik proklamasi dilakukanlah kegiatan yang mengarah pada menggugah semangat patriotism rakyat Indonesia.
Namun setelah bulan Agustus semangat itu akan kembali merosot. Padahal sesungguhnya sebagai bangsa yang besar dan berdaulat harus tetap memiliki semangat nasionalisme dan semangat kebangkitan bangsa yang sangat tinggi. Maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah banyak generasi muda yang tak lagi hafal Pancasila, mereka lebih senang menghafal lagu-lagu yang mencerminkan tentang cinta, asmara dan lain-lain. Akhirnya mereka (generasi muda) tak lagi peduli dengan lingkungannya (acuh tak acuh) atau istilah mereka siapa kamu siapa saya. Jadi jangan heran kalau peristiwa-perisriwa pemberontakan yang kerap terjadi di beberapa daerah, seperti RMS di Ambon, kasus Poso, GAM di Aceh dan OPM di tanah cendrawasih.
Ini merupakan masalah yang serius dan dapat menjadi ancaman besar bagi kita semua, olehnya itu harus segera di benahi agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar semangat nasionalisme dan semangat kabangkitan bangsa tetap terjaga. Salah satunya ialah dengan memanfaatkan dunia maya dengan mengajak bekerjasama media-media online sebagai wadah yang menyediakan sarana pendidikan dan informasi tentang penting menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memberikan sosialisasi tentang bagaimana cara menghargai jasa para pahlawan terdahulu mempertahankan kemerdekaan yang telah kita genggam 67 tahun lamanya.
ditulis : asdarlantoro
| Tweet |